Critical Chain Project atau dalam bahasa Indonesianya adalah Rantai
Kritis dalam manajeman proyek, merupakan metode untuk memaksimalkan pengelolaan
dan perencanaan proyek serta memberikan penekanan pada sumber daya yang
dianggap penting supaya proyek berjalan sesuai rencana. Adapun hal-hal
utama yang diperhatikan seperti meningkatkan biaya, estimasi waktu, melakukan
perbandingan dengan metode yang telah digunakan sebelumnya.
Terdapat tiga tahapan dalam metode Critical Chain yaitu:
- Perencanaan (planning)
Melakukan estimasi dari segi waktu dan biaya, dan dapat memikirkan resiko yang akan terjadi dalam proses pengerjaan proyek. - Eksekusi (execution)memfokuskan pada sumber daya yang digunakan dalam melaksanakan proyek, serta diprioritaskan secara maksimal hingga memenuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan pada proyek tersebut.
- Ulasan (review)
Melakukan ulasan dari setiap tugas tiap orang yang terlibat pada pengerjaan proyek, seperti apakah masing-masing sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan terget, hingga apa saja indicator yang mempengaruhi setiap tugas tersebut.
Adapun manfaat dari penerapan Critical Chain, yaitu:
- Mampu meningkatkan proses pengerjaan proyek agar lebih cepat.
- Adanya proses kontrol dan pengawasan proyek tentunya lebih terarah dengan menerapkan beberapa penyelesaian ketika menghadapi permasalahan.
- Tersedianya time slack, yaitu adanya kelonggaran waktu yang dapat dimanfaatkan oleh manajer Ketika waktu kritis tidak dibutuhkan dengan cara memindahkan para tenaga kerja.
Demikian penjelasan singkat mengenai Critical Chain Method, adapun sumber yang saya dapatkan dari Slide Manajeman Proyek, dan dari website lain https://www.jagoanhosting.com/blog/seberapa-pentingkah-critical-chain-project-management-pada-sebuah-proyek/


Tidak ada komentar