Permasalahan sampah menjadi masalah yang belum terselesaikan dengan baik, di berbagai daerah di Indonesia salah satunya Bekasi. Berdasarkan informasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi jumlah timbunan sampah Bekasi mencapai 1.800 ton sampah per hari yang dihasilkan. Keberadaan sampah yang memenuhi sejumlah kali atau sungai menjadi masalah baru bagi pemerintah kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu perlunya pengembangan dalam pengelolaan sampah pada Kota Bekasi untuk mengurangi dampak permasalahan sampah ini. Dampak yang sering terjadi pada kota-kota besar yang mengalami permasalahan sampah yaitu banjir. Banjir sering terjadi di Kota Bekasi, yang di karenakan oleh drainase yang buruk, sampah yang menumpuk pada aliran sungai, serta pengelolaan tata lingkungan yang kurang baik. Kota-kota di Indonesia harus konsisten, tidak bisa merubah aturan yang sudah diputuskan secara sepihak, leadership kepala daerah diuji untuk memutuskan kelanjutan proyek. Pesannya, pahami betul skema terbaik dari kerja sama dengan swasta agar hasilnya cepat dan efektif bagi masyarakat. Sudah terbukti bahwa penundaan realisasi proyek seperti ini bukan hanya mengganggu iklim investasi dan terciptanya kesempatan kerja. Alih-alih mendapatkan manfaat, keragu-raguan para Kepala Daerah dalam menyelesaikan masalah sampahnya, namun justru memberikan dampak yang sangat negatif bagi kualitas hidup masyarakat dan terbukti justru merugikan negara. Sampah akan terus timbul, dan yang tidak tertangani akan menjadi beban di kemudian hari.
Kota Bekasi Darurat Sampah
Solusi yang sudah ada pada permasalahan sampah ini yaitu, memisahkan sampah organik dan organik untuk dapat di daur ulang kembali menjadi kerajinan dan karya sejenis lainya, lalu dalam pemisahanya ini ada dampak positifnya yaitu dapat mengolah sampah dengan baik, dan membuat pengelolaan sampah bisa bekerja dengan baik setelah di pisahkan. Adapun solusi lainya untuk mengatasi permasalahan sampah ini, dengan membatasi kemasan plastik untuk beredar di wilayah Kota Bekasi. Dalam upaya ini ternyata bisa menurunkan debit sampah plastik sampai dengan 60% penguranganya, namun tetap saja dalam hal sampah tidak lah mengenai sampah plastik saja, adapun sampah lainya yang masih belum dapat terurai dengan baik. Sebaiknya sampah-sampah yang ada di masyarakat dapat di kumpulkan terlebih dahulu di RW setempat, untuk di pilah terlebih dahulu oleh petugas agar dapat bisa di olah dengan baik di pembuangan akhir.

asik peduli Bekasi
BalasHapus